Donasi Mobil Dakwah

Senin, 02 Desember 2019
donasi-mobil-dakwah

PROGRAM DONASI MOBIL DAKWAH

PONDOK PESANTREN AL I’TISHAM

 

 SEKILAS SEJARAH PESANTREN

 

Pondok Pesantren Al I'tisham berdiri pada tanggal 6 Rabi'ul Awwal tahun 1417 H atau bertepatan dengan tanggal 21 Juli 1996 . Lembaga ini merupakan amal usaha Yayasan Islam Al I'tisham Gunungkidul yang berkedudukan di Kabupaten Gunungkidul. Lembaga ini bergerak dalam bidang Pendidikan, dakwah dan penyantunan anak yatim, anak terlantar dan fakir miskin. Hal ini dilandasi oleh realitas di masyarakat bahwa penanganan terhadap usaha perbaikan moral dan akhlaq bangsa dari waktu ke waktu semakin memerlukan penanganan yang lebih serius.

Sejak berdiri tahun 1996 Pondok Pesantren Al I’tisham Wonosari Gunungkidul telah berupaya berkhidmat untuk kebaikan ummat Islam khususnya dan bangsa Indonesia secara umum. Diantara bentuk usaha yang telah dilakukan oleh Pesantren antara lain,

  1.     Pendirian Madrasah dan Sekolah dari Tingkat PAUD/TK hingga Madrasah Aliyah dan SMK
  2.     Pembinaan keagamaan bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya.
  3.     Pembinaan usaha ekonomi produktif masyarakat desa binaan melalui pemberdayaan masyarakat dalam bidang peternakan.
  4.     Pembinaan TKA/TPA di daerah-daerah binaan.
  5.     Dan sebagainya.

 

KASUS BUNUH DIRI DI GUNUNGKIDUL

Selama ini Gunungkidul dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki angka kasus bunuh diri paling tinggi di Indonesia. Bunuh diri adalah fenomena yang sudah tidak asing di kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepuluh tahun terakhir, Gunungkidul menempati peringkat pertama kasus bunuh diri di Indonesia. Prosentase angka bunuh diri di kabupaten Gunungkidul mencapai 9 (Sembilan) kasus per 100.000 penduduk. Sebagai perbandingan, persentase angka bunuh diri di Jakarta hanya 1,2 kasus per 100.000 penduduk.

            Berdasarkan data di Kepolisian Resort Gunungkidul, kasus bunuh diri mengalami kenaikan yang signifikan antara 30 – 40 orang per tahunnya  melakukan tindakan bunuh diri.

Terkait peringkat kasus bunuh diri yang tertinggi di Indonesia. Sebagai seorang muslim, marilah kita merawat bumi Gunungkidul ini dengan mengajarkan nilai-nilai ajaran agama Islam kepada masyarakat. Kasus bunuh diri terjadi karena terjadi degradasi keyakinan dalam masyarakat kita. Keimanan kepada Taqdir (qadha dan qodar) mengalami penurunan.

 

Kalaupun faktor kemiskinan yang selalu disoroti sebagai pemicu utama bunuh diri, tentu hal ini tidak lepas dari kemrosotan dalam hal keimanan pelaku bunuh diri. Faktor lain yang sering menjadi pemicu bunuh diri adalah sakit yang tidak kunjung sembuh. Namun jika dicermati, hal ini lekat kaitannya dengan menurunnya kadar keimanan kepada taqdir Allah. Orang yang keimanannya tinggi, insyaallah tidak akan tergoda untuk melakukan tindakan bunuh diri. Entah karena faktor ekonomi ataupun faktor yang lain. Maka rawatlah Gunungkidul dengan menebarkan dakwah Islam yang santun dengan mengajarkan tauhid sebagai landasannya. Ingatkan manusia agar selalu ingat dan hanya menyembah kepada Allah.

            Kalaupun kemudian terdapat mitos yang berkembang berkaitan dengan bunuh diri berupa “pulung gantung” maka hal ini erat kaitannya dengan kemrosotan dalam hal keimanan. Istilah ini merujuk pada kepercayaan terhadap alasan seseorang melakukan bunuh diri. Masyarakat menyakini, orang melakukan tindakan bunuh diri karena merasa memeroleh “pulung” atau “wahyu” berupa tanda bintang dari langit di malam hari. Bintang ini jatuh dengan cepat menuju rumah atau dekat rumah si korban bunuh diri. Biasanya korban akan melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Keyakinan “pulung gantung” ini seakan-akan menjadi pembenaran terhadap kejadian bunuh diri.

            Mitos “pulung gantung” di kabupaten Gunungkidul merupakan bagian proses kulturisasi akan penerimaan suratan nasib yang seolah terjadi secara alamiah. Bunuh diri semacam ini sudah menjadi pengetahuan yang direproduksi di lingkungan masyarakat sekitar, sehingga seolah menjadi “bahan ajar” bagaimana mengatasi masalah dan problema hidup yang tak lagi bisa dikendalikan oleh nalar dan kontrol emosi pelakunya. Sehingga jika terdapat kasus bunuh diri, lalu dikaitkan dengan pulung gantung maka seolah-olah kejadian itu sah sah saja. Wajar. Karena bukan kehendaknya sendiri. Tentu hal ini keliru dan perlu diluruskan. Seorang muslim harus menunjukkan perannya dalam permasalahan seperti ini. Dengan dakwah tauhid yang santun, insyaallah merawat kabupaten Gunungkidul dari kasus bunuh diri dapat dilaksanakan. Sehingga insyaallah kasus bunuh diri dapat ditekan dan dikurangi tiap tahunnya.

 

UPAYA PESANTREN AL I’TISHAM MENANGGULANGI BUNUH DIRI

Berdasarkan kasus Bunuh Diri yang marak di Kabupaten Gunungkidul, Pondok Pesantren Al I’tisham telah berusaha untuk berperan menanggulangi permasalah pelik ini. Walaupun kecil namun kami tetap berusaha berperan. Peran yang telah kami jalankan dalam beberapa tahun ini adalah dengan menggencarkan Dakwah Islam yang mencerahkan. Titik utama materi yang kami sampaikan adalah dakwah tauhid. Bagaimana seorang muslim mengetahui hak Allah yang wajib ditunaikan. Sehingga Umat Islam hanya menyembah Allah semata. Bersandar hanya kepada Allah saja, baik dalam keadaan lapang atau susah.

 

Saat ini telah banyak masjid-masjid binaan Pesantren tersebar di berbagai kecamatan di Gunungkidul. Baik kajian yang sifatnya rutin pekanan, selapanan atau sifatnya tematik. Namun, pihak pesantren telah berupaya untuk mengintensifkan pembinaan jamaah masjid dengan mengadakan kajian rutin Pekanan. Dengan harapan materi kajian akan runtut dan lebih berpengaruh kepada perubahan masyarakat di kabupaten Gunungkidul.

Diantara program yang dijalankan adalah kajian malam kamis secara serentak di 13 Masjid yang tersebar di 3 kecamatan. Diantaranya,

1. Al Amin ,Kropak, Candirejo,  Semanu

2. Nurul Iman, Brongkol, Purwodadi, Tepus

3. Al Ikhlas, Gerotan, Purwodadi, Tepus

4. Hafshoh Binti Umar, Wuluh, Purwodadi, Tepus

5. Arrohmah, Danggolo, Purwodadi, Tepus

6. Utsman bin Affan, Widoro, Balong, Girisubo

7. Attaqwa, Manukan, Jepitu, Girisubo

8. Al Huda - Wunut, Sumberwungu, Tepus

9. Al Hasan - Gude, Sumberwungu , Tepus

10. Baiturrahman, Pringsanggar, Purwodadi, Tepus

11. Al-Amiin Wunut, Sumberwungu, Tepus

12. Al-Barokah Klayu, Sumberwungu, Tepus

13. Petung, Gude, , Sumberwungu, Tepus

 

Kajian ini dilakukan bakda Maghrib hingga adzan isya. Dengan pertimbangan waktu yang tidak mengganggu aktivitas warga pedesaan.

 

KENDALA UTAMA KEGIATAN

Dalam kegiatan tersebut Pihak pesantren harus menyediakan 3 armada kendaraan. Selama ini hanya mengandalkan pinjaman Cuma-Cuma dari beberapa kolega pesantren. Yang terkadang tidak bias dipastikan ketersediaan armada jika dalam waktu yang bersamaan digunakan pemilik kendaraan. Padahal program Kajian Pekanan ini harus berjalan demi tujuan mulia yang hendak dicapai.

Oleh karena itu kami membuka program Donasi pembelian Kendaraan Operasional Pesantren guna membantu jalannya berbagai program pesantren. Terutama dalam bidang dakwah.

 

SPESIFIKASI KENDARAAN

Mobil second hand (bekas) seharga 90 – 160 Juta. Diusahakan mobil tahun 2016 ke atas.

Merk menyesuaikan budget yang terkumpul dari donasi.

 

RENCANA ANGGARAN BIAYA

 

Untuk Pembelian kendaraan dan administrasi dianggarkan Rp160.000.000,00 (seratus enam puluh juta rupiah)

NB = jika target tidak terpenuhi maka akan disesuaikan dengan donasi yang masuk,

 

JANGKA WAKTU DONASI

Donasi ini dibuka tanggal 2 Desember 2019 dan berakhir tanggal 31 Januari 2020.

 

Kami mengajak bapak ibu untuk beramal jariyah mendukung dakwah Pondok Pesantren Al-I'tisham dengan berpartisipasi dalam Donasi Mobil Dakwah tersebut.

 

Jazakumullahu Khairan atas bantuan kaum muslimin sekalian, semoga menjadi ladang pahala bagi kita semua. Amin.

 

Informasi Donasi :

0852-2832-0016 = Ustadz Said Syamsul Huda

Pimpinan Pondok Al-I'tisham Gunungkidul

 

Salurkan donasi anda melalui rekening

 

BSM 7107433583

an. Pondok Pesantren Alitishom

(kode bank 451)

 

Konfirmasi ke nomor : 081327224111

 

Dg format : MDP#nama#alamat#tgl transfer#nominal donasi

 

Contoh : MDP#abdullah#jkt#14-12-19#1.000.000,-

 

 

Raih pahala dg membantu share ke sahabat anda.